fahmi.rahmatia10's blog

mencari dan memberi yang terbaik

Thank You Allah

February18

The Sky Is Clear
The Air Is Clean
The Land Is Green
Thank You Allah
Thank You Allah

The Path We Walk
The Lines We Talk
The Things We See
Thank You Allah
Thank You Allah

When I Sleep
When I Eat
When I Breath
Thank You Allah
Thank You Allah

Say Thank You Allah
Thank You Allah

Every Walk The Fate We’ve Got
The Light We Live
Don’t Forget To Say Thank You Allah

In The Night And In The Day
Every Morning After Prayer
I’ll Never Forget To Say Thank You

There Are Times When I’m Alone
Feeling Sorrow Or Not So Strong
I’ll Pray To You And Say
Thank You Allah
Thank You Allah

So Friends Everytime Remember
Allah The Most Merciful
Say Thank You Allah
Thank You Allah

…….*Raihan

posted under Academic | No Comments »

Aku Ingin MencintaiMU

February18

Tuhan betapa aku malu
Atas semua yang Kau beri

Padahal diriku terlalu sering membuatMU kecewa
Entah mungkin karna ku terlena

Sementara Engkau beri aku kesempatan berulang kali

Agar aku kembali
Dalam fitrahku sebagai manusia

Untuk menghambakanMU
Betapa tak ada apa-apanya aku dihadapanMU

Aku ingin mencintaiMU setulusnya,

Sebenar-benar aku cinta
Dalam do`a

Dalam ucapan

Dalam setiap langkahku
Aku ingin mendekatiMU selamanya
Sehina apapun diriku
Kuberharap untuk bertemu denganMU ya Rabbi

posted under Academic | No Comments »

BETAPA BERUNTUNGNYA AKU!

February18

Aku memang bukan orang yang istimewa, bukan pula orang yang mempunyai kelebihan besar yang dapat menunjukkan jatidirinya, tapi aku adalah seorang hamba yang merasa sangat dicintai oleh Tuhannya. Tak ada lagi keraguan dalam jalan ini,begitu banyak yang harus aku syukuri,tak pantas rasanya aku menggerutu,mengeluh atas kenyataan terhadap diriku ini,karena tidak satu dua kali aku menemukan diriku diselamatkan oleh Tuhanku, dan tidak jarang pula aku mendapati diriku menemukan hikmah dibalik setiap kenyataan yang awalnya sangat kusesali. Tapi itulah manusia yang tak pernah puas, yang kurang bersyukur, yang tak bisa menemukan rahasia indah yang disiapkan Tuhan untuk dirinya seorang.

Mulai dari keluargaku.

Betapa beruntungnya aku dilahirkan dari seorang ibu yang mempunyai hati selembut sutera, yang tak pernah mengeluh akan kesusahan dalam hidupnya, yang tak pernah malu ketika harus meminjam uang untuk sekolah anaknya, yang tak pernah mengeluh ketika ia harus bekerja disaat fisiknya sedang lemah, yang selalu ada saat aku ingin berbagi cerita apapun, yang selalu cemas ketika aku pulang telat, yang selalu menanyai dengan antusiasnya tentang kegiatanku seharian, yang selalu disampingku ketika aku sakit, yang selalu bisa membuatku tenang ketika aku berada didekatnya, yang selalu bersyukur mempunyai empat putri yang selalu dia banggakan, yang marah ketika aku lalai dalam shalat, yang mengerti dengan kondisi dan perasaan anak-anaknya. Yaa , seorang ibu yang sering kesal dengan ulah usilku ^^, yang sering mengajariku arti penting kehidupan, yang sering menyadarkanku bahwa hidup didunia ini hanya sebentar kumpulkanlah bekal untuk akhiratmu, yang mempunyai sikap darmawan yang selalu aku kagumi,yang mempunyai tingkat keikhlasan yang menurutku sangat tinggi, yang selalu berkata padaku “nak, ibu hanya berharap kamu mampu menguasai agama dan bahasa inggris”,tapi apalah daya aku tak kunjung bisa menguasai bahasa yang mungkin akan menjadi modal hidup di zaman mendatang ini,dan seorang ibu yang sangat aku cintai. Betapa bersyukurnya aku mempunyai ibu seperti ibuku ini. Tak bisa kubayangkan ibuku itu adlah orang yang diktator, yang tak pernah mau mendengarkan kata-kata anaknya, yang selalu sibuk dengan dunia luarnya, yang tak punya waktu lagi untuk bergurau bersama dengan suami dan anak-anaknya. Ya Rabb, ingatkan aku untuk selalu bersyukur kepadaMu.

Betapa beruntungnya aku mempunyai sosok perkasa yang selalu melindungi kami, yang selalu perhatian dengan segala kegiatanku, yang selalu perhatian terhadap diriku, yang selalu panik ketika aku sakit, yang menyambutku dengan dingin ketika aku pulang agak sedikit malam karena ada suatu hal, yang mampu bertahan dalam kewajibannya yang bertentangan dengan batinnya demi kami keluarganya, yang selalu bangga dengan keempat prajurit-prajurit kecilnya dan dengan satu pendamping setianya, yang tak pernah mau dibawa ke rumah sakit walaupun ia sedang benar-benar sakit, yang selalu semangat dan selalu memakai pakaian terbaiknya saat hari penerimaan rapor karena ia yang akan menjemput laporan belajar anak-anaknya, yang suka sekali mengomentari kejadian-kejadian yang ditontonnya ditelevisi, yang memang kuakui kepintarannya walaupun ia tak sempat mengecap bangku perguruan tinggi. Dan dialah ayahku yang selalu melindungi kami sekeluarga.

Betapa beruntungnya aku mempunyai dua orang kakak perempuan yang selalu ada untukku, yang selalu mengajariku dalam segala hal, yang selalu berbagi denganku sesulit apapun dirinya, yang mengajariku ketika aku baru menginjak usia baligh,yang membuatku merasa tersaingi ketika mereka pulang dan menghabiskan waktu dengan ibu dan ayahku, yang selalu aku rindu ketika mereka jauh dariku, yang sering berantem denganku waktu mereka pulang, yang sering membuatku tak bisa menolak dengan segala ajakan mereka.. Ya, mereka adalah kakak-kakak yang sangat kukagumi.
Betapa beruntungnya aku mempunyai adik yang selalu membuatku tersenyum, yang selalu menghangatkan suasana, adik yang sangat kusayangi dan sangat ku rindu saat jauh darinya.
Tak hanya dikeluarga,,
Betapa beruntungnya aku dengan segala jalan hidupku yang tanpa obsesi dan mimpi besar ini. Mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, alhamdulillah tak sekalipun aku melihat ayahku sedih dan bingung, mau disekolahkan dimana anakku ini? Ayahku sering berkata “ manusia itu tak kan lepas dari yang namanya masalah, misalnya saja dalam sekolah anaknya, ada yang berpikir keras, mau disekolahkan dimana anak saya? Tidak masalah dengan uang. Ada yang berpikir, dengan apa anakku akan kusekolahkan, karena kendala biaya. Begitulah ayahku yang selalu berusaha berkata bijak terhadap kami, saking seringnya ayahku mengucapkan kata-kata bijaknya itu sampai-sampai kami hafal semuanya. ^^ Betapa beruntungnya aku dikarunia otak yang tidak begitu tumpul,walaupun tidak sejernih orang-orang hebat. Setidaknya aku tidak begitu mengecewakan orang tuaku.
Betapa beruntungnya aku, dalam hidupku aku seakan dijauhkan dari yang laki-laki,baik dalam keluarga yang tidak ada laki-lakinya maupun dalam pergaulanku selama ini, menurutku, Tuhan sangat sayang kepadaku sehingga Ia senantiasa menjagaku, hatiku, serta pikiranku.
Betapa beruntungnya aku yang setelah sekian lama aku perhatikan, aku sering dijauhkan dengan kesempatan untuk dikenal baik dilingkungan saudara-saudara maupun dilingkungan pergaulanku disekolah dan di kampus saat ini, banyak ku temukan kejadian yang seakan tak mengahalangiku untuk lebih mengenal dan dikenal teman-temanku. Aku sering berpikiran buruk bahwa aku hanya menjadi “antimun bungkuak” yang tak dianggap keberadaannya, namun sekarang aku sadar banyak hikmah yang direncanakan Allah dibalik semua itu. Menurutku dengan begitu aku akan dijauhkan Allah dari sifat sombong yang sangat mudah menyatu dengan manusia.
Betapa beruntungnya aku ketika salah satu kenyataan itu mengantarkanku ke salah satu perguruan tinggi terdepan di negeri ini. Begitu banyak yang harus kusyukuri disini, mulai dari suasana kampus yang madani, nuansa kekeluargaan yang sangat kental serta semangat para mahasiswanya baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

  • Thank you Allah…

    posted under Academic | No Comments »